Selasa, 21 Februari 2012

Sembilan Cara Ampuh Merawat Rumah Idaman Anda

Rumah perlu dirawat karena dinilai mengekspresikan jiwa pemiliknya. Mulai dari interior rumah dan beberapa bagian rumah seperti halaman, ruang tamu, lantai dan dinding, bahkan kamar mandi, dari sana tergambar jelas sifat penghuninya, apakah mereka rajin dan rutin merawat rumah tinggalnya.

Disini ada 9 cara jitu merawat rumah idaman Anda seperti membersihkan kerak di kamar mandi, memperbaiki lantai keramik retak / lepas, memperbaiki lantai yang basah atau lembab, memperbaiki lantai kamar mandi yang bocor, mengecat dinding agar tidak mudah mengelupas, kapan perlu melakukan pengecatan ulang, cara memaku dinding agar tidak retak, menjaga kusen pintu dan jendela agar bebas dari rayap, dan membasmi jamur di rumah.
Jadi bila ingin dinilai memiliki ekspresi jiwa yang menyenangkan, segeralah tata dan rawat hunian anda dengan tips dan trik berikut ini:
1 : Membersihkan kerak di kamar mandi
Lantai kamar mandi yang berkerak kuning kecokelatan dapat dihilangkan dengan cara sebagai berikut : Kerak digosok berkali-kali dengan batu apung dan air sabun, kemudian dibilas dengan air bersih. Citroenzuur (asam sitrat) ditaburkan pada dinding dalam atau luar dan dasar bak mandi yang sudah dibasahi sebelumnya, biarkan asam sitrat bereaksi selama satu jam. Kemudian, disikat dan disiram dengan air bersih dan dibilas sampai benar-benar bersih. Selanjutnya keringkan dengan lap kering. Asam sitrat atau sering disebut sitrun yang berbentuk bubuk berwarna putih tersebut dapat diperoleh di toko-toko perlengkapan kue.
2 : Memperbaiki lantai keramik retak / lepas
Lantai keramik retak dilepas dengan hati-hati agar keramik yang masih utuh tidak ikut terlepas. Nat dikorek dengan benda tajam. Setelah itu pasangan lantai dilepas atau dipecah sampai ke dasar, dibuat dasar lantai, kemudian keramik lantai pengganti dipasang.
Jika nat lantai keramik yang rusak, nat dibersihkan dahulu dengan cara dikorek. Kemudian nat disiram dengan air bersih. Selanjutnya celah nat diisi dengan campuran yang agak cair dan biarkan meresap sampai ke dalam. Pada waktu isian tadi masih setengah kering, diikuti dengan campuran yang lebih kental dan ditekan agar padat. Sebelum isian tersebut mongering, sisa-sisa bahan pengisi yang tercecer di permukaan lantai dilap dengan lap kering.
3 : Memperbaiki lantai yang basah atau lembab.
Perbaikan pada lantai yang basah atau lembab sebenarnya cukup mudah asal diketahui penyebabnya. Apabila resapan air ke permukaan lantai masuk melalui nat, nat ditutup dengan bahan yang kedap air. Jika terjadi pada lantai yang bukan kedap air, seluruh lantai yang basah dan lembab tersebut dibongkar sampai ke dasar urugan pasir. Di atas urugan pasir tersebut dilapisi dengan lembaran plastik lalu di atasnya dilapisi dengan campuran spesi yang kedap air dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir setebal 3 cm. Lantai sudah siap dipasang kembali.
4 : Memperbaiki lantai kamar mandi yang bocor.
Kebocoran pada kamar mandi di rumah biasanya berasal dari nat keramik. Seringkali nat terkikis oleh air, bahan kimia pembersih, sabun, atau cara pemasangan keramik pada kamar mandi yang kurang tepat. Harus diketahui dahulu apakah keramik tersebut menempel dengan baik pada lantai dengan cara lantai diinjak dengan sedikit tekanan atau diketuk. Jika berbunyi nyaring berarti terdapat celah atau rongga kosong.
5 : Mengecat dinding agar tidak mudah mengelupas.
Agar lapisan cat pada dinding tidak mudah mengelupas maka penggunaan plamur harus dibatasi hanya sebagai penutup retak-retak rambut yang halus pada dinding. Seringkali kita melakukan kesalahan yaitu menggunakan plamur sebagai lapisan cat dasar. Bahan plamur tidak dibuat untuk mengikat cat sehingga kalau tetap digunakan dalam proses pengecatan, maka cat akan mudah mengelupas. Waktu pengecatan pada dinding harus dipilih dengan hati-hati.
Jika pengecatan dilakukan pada kondisi hujan, cat akan butuh waktu lama untuk mengering. Begitu pula jika pengecatan dilakukan pada kondisi matahari sangat terik, hasilnya juga kurang bagus. Hasil pengecatan di bagian luar (permukaan dinding) akan mongering lebih dahulu daripada bagian dalam. Hal ini berpotensi menyebabkan cat retak, menggelumbung atau mengelupas. Waktu ideal untuk melakukan pengecatan adalah pada kondisi kering dan tidak pada saat matahari bersinar sangat terik.
6 : Kapan perlu melakukan pengecatan ulang ?
Pengecatan ulang perlu dilakukan jika kita menemukan dinding rumah sudah mengapur. Tanda-tandanya dapat kita ketahui dengan menyaapukan telapak tangan pada permukaan dinding. Jika kita dapatkan bekas bubuk putih berarti dinding perlu dicat kembali.
7 : Cara memaku dinding agar tidak retak.
Seringkali kita memaku dinding untuk mengantungkan pigura atau aksesoris rumah tangga, namun kita dapati dingding menjadi retak. Hal ini terjadi bukan karena campuran spesi yang kurang bagus tapi karena kita belum mengetahui cara memaku dinding yang benar. Caranya adalah dengan memberikan selotip silang pada dinding sebelum permukaan tembok dipaku, baru kemudian dipaku pada bagian tengah persilangan selotip tadi. Setelah selesai, selotip dilepaskan secara perlahan sesuai kebutuhan.
Jika bahan dinding kurang berkualitas, maka jika dipaku, dinding akan rontok. Cara untk mengatasinya adalah siramkan dua sampai tiga sendok makan cuka pada bagian dinding yang hendak dipaku. Tunggu sampai kering baru kemudian dinding dapat dipaku.
8 : Menjaga kusen pintu dan jendela agar bebas dari rayap
Caranya dengan mencampur 3 Oli dan 1 solar kemudian diaduk sampai rata. Campuran tersebut dioleskan merata keseluruh permukaan kayu sampai campuran oli dan solar tersebut benar-benar kering. Setelah itu dilakukan pengecatan pada permukaan kayu. Dapat pula sebelum dicat, permukaan kayu dilapisi obat anti jamur untuk mencegah serangan dari rayap.
9 : Membasmi jamur di rumah.
Untuk mengatasi jamur ringan dan belum lama menyerang bagian-bagian rumah pada dinding dan plafon atau bahkan perabot rumah, dapat digunakan cuka, fungisida (pembasmi jamur) atau cairan disinfektan. Caranya, kain lap ditetesi cuka, disapukan pada bagian yang terserang jamur secara perlahan-lahan agar spora jamur tidak beterbangan kemana-mana. Penyapuan diulangi dengan cuka dan kain lap baru. Sikat tidak disarankan untuk membersihkan jamur karena akan membuat spora menyebar ke tempat lain, misalnya menempel pada perabot, sofa atau terhirup oleh manusia.
Jika serangan jamur sudah lama dan cukup berat, misalnya pada plafon akibat bocor, segera diperbaiki kebocorannya dan diganti plafonnya atau dicat ulang. Instalasi sanitasi juga perlu dijaga dari kerusakan dan bocor agar tidak menjadi penyebab munculnya jamur.

Senin, 06 Februari 2012

Adab Belajar

Dialah Allah yang mengajarkan manusia dengan perantara pena ( Qs. Al-Alaq : 4 )
Ilmu adalah cahaya dari Allah SWT yang hanya dapat diperoleh dengan pendekatan yang benar atau apa yang disebut dengan adab. Tanpa adab, tidak ada ilmu yang dapat diterima.

1. Istiqomah.
Belajar adalah ibadah, karena tujuannya adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena merupakan ibadah, seperti halnya shalat, maka pencapaian ilmu tidak akan sah tanpa mensucikan kalbu dari kotoran dan sifat-sifat buruk. Membersihkan prilaku dan ruh dari kotoran atau hal-hal yang dapat membelokkan seseorang dari tujuannya inilah yang disebut dengan istoqomah

2. Tuma’ninah.
Tuma’ninah adalah ketenangan hati, tidak tergesa-gesa. Ketergesa-gesaan hanya akan menutupi kejernihan pikiran dan merusak konsentrasi. Konnsentrasi ini penting, karena ilmu tidak akan memberikan sebagiannya kepada seseorang, sebelum seluruh dirinya ia berikan kepada ilmu tersebut. Pikiran yang terbagi kepada berbagai perkara yang bermacam-macam,ibarat sungai yang airnya terbagi-bagi. Sebagian diserap ke tanah,sebagian menguap ke udara, sehingga petani tidak mendapatkan sisanya. Jadi tuma’ninah berarti berfokus pada ilmu dan mengurangi urusan-urusan dunia.

3. Percaya dan hormat kepada guru
Terhadap guru, hendaknya ia bersikap seperti tanah tandus yang mendapatkan hujan lebat. Seluruh tanah itu menyerap dan dengan segala potensinya, ia menerima hujan itu. Adapun yang diisyaratkan guru kepadanya sehubungan dengan studinya, hendaklah ia mengikutinya. menjaga rahasianya, tidak menjelek-jelekkannya, melainkan memuliakannya, menghormatinya, memberikan imbalan yang sederajat dengan amalnya, serta memaafkan segala kekurangannya. Jika murid tidak lagi percaya dan hormat pada gurunya, maka proses pendidikan itu pada hakekatnya tidak lagi dapat dilanjutkan. Karena itu, ketaatan murid kepada guru merupakan suatu kemuliaan dan patut diupayakan oleh setiap murid.

Adab dan Akhlaq dalam Menuntut Ilmu

Di dalam Al Qur’an diterangkan bahwa sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Ilmu merupakan sarana utama menuju kebahagiaan abadi. Ilmu merupakan pondasi utama sebelum berkata-kata dan berbuat. Dengan ilmu, manusia dapat memiliki peradaban dan kebudayaan. Dengan ilmu, manusia dapat memperoleh kehidupan dunia, dan dengan ilmu pula, manusia menggapai kehidupan akhirat.
Baik atau buruknya suatu ilmu, bukan karena ilmunya, melainkan karena niat dan tujuan si pemiliki ilmu. Ibarat pisau, tergantung siapa yang memilikinya. Jika pisau dimiliki oleh orang jahat, maka pisau itu bisa digunakan untuk membunuh, merampok atau mencuri. Tetapi jika dimiliki oleh orang baik, maka pisau itu bisa digunakan untuk memotong hewan qurban, mengiris bawang atau membelah ikan.  
Di bawah ini merupakan metode yang baik dalam mencari/menuntut ilmu, agar ilmu yang kita miliki bermanfaat dan mendapat barokah dari Allah
  1. Awali dengan niat yang benar, baik dan ikhlas. Niatkan bahwa mencari/menuntut ilmu hanya untuk mendapatkan ridho Allah. Niatkan bahwa ilmu yang dimiliki akan digunakan untuk kebaikan, bukan untuk mengejar dunia semata. Niatkan bahwa dengan ilmu tersebut, kita berjuang di jalan Allah. Memohonlah kepada Allah agar ilmu yang kita miliki bermanfaat dunia-akhirat. Memohonlah kepada Allah agar kita terhindar dari ilmu/ajaran sesat dan menyesatkan.
  2. Selalu minta restu dan ridho orangtua. Mintalah dengan kerendahan hati dan santun kepada orangtua untuk mendoakan agar kita selamat dunia-akhirat.
  3. Berhati-hati dalam memilih ilmu. Pelajarilah ilmu agama sebagai landasan hidup. Pelajarilah ilmu tentang aqidah, karena aqidah yang benar merupakan pondasi keimanan. Pelajarilah ilmu tentang akhlak, karena akhlak merupakan cermin dari suasana hati. Ingatlah... bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW diutus ke dunia untuk memperbaiki akhlak manusia. Pelajarilah ilmu fiqh agar tata cara ibadah kita sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Pelajarilah ilmu-ilmu duniawi sebagai sarana untuk beribadah kepada Allah dan berbuat kebaikan.
  4. Belajar kepada guru yang terpercaya akan keilmuannya dan agamanya. Cara ini lebih cepat dan lebih meyakinkan daripada belajar tanpa guru. Dengan belajar kepada guru akan memungkinkan diskusi, tanya-jawab dan timbal-balik antara murid dan guru.
  5. Belajar kepada alam. Gunakanlah akal untuk memikirkan alam semesta ini dan kejadian-kejadiannya, dalam rangka meneguhkan/menguatkan keyakinan kita terhadap kekuasaan dan keagunggan Allah.
  6. Belajar dari pengalaman dan ujian hidup. Jika hidup dan kehidupan ini kita jalani dengan kesholehan hati, maka setiap pengalaman dan ujian/cobaan dapat kita jadikan pelajaran. Sabar dan rasa syukur kepada Allah merupakan dua aspek penting dalam mengambil atau memetik pelajaran dari pengalaman dan ujian hidup.
Jangan menjadi manusia yang berilmu (pintar) tetapi zolim. Dan jangan pula menjadi manusia yang taat beribadah (sholeh) tapi bodoh. Ilmu tanpa didasari dengan keimanan, maka dengan ilmu tersebut manusia akan berbuat kerusakan dan kezoliman. Iman tanpa didasari dengan ilmu, maka keimanannya bersifat semu, hanya sebuah khayalan dan sugesti belaka, begitupun ibadahnya hanya bersifat ikut-ikutan. Oleh karena itu, raihlah kesuksesan dengan 2 sayap, iman dan ilmu. Insya Allah... kesuksesan yang kita raih bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat.
Menuntut ilmu tidaklah mudah, tetapi juga tidak sulit. Dalam menuntut ilmu dibutuhkan keyakinan, kesabaran, kesungguhan, dan pengorbanan. Kita harus meyakini bahwa kita pasti bisa memahami suatu ilmu/pelajaran. Kita harus bersabar, karena untuk memahami suatu ilmu sampai tuntas memerlukan waktu yang lama. Kita harus sungguh-sungguh, karena hanya dengan kesungguhan suatu ilmu dapat kita miliki. Kita harus mempunyai jiwa berkorban, karena untuk meraih ilmu perlu tenaga dan biaya.
Beberapa hal yang dapat memperoleh kemudahan dalam menuntut ilmu:
  1. taat beribadah, rajin bangun malam untuk sholat tahajud dan tafakur.
  2. tidak berbuat maksiat
  3. memuliakan/menghormati guru (adab murid kepada guru)
  4. memuliakan/menghormati sahabat (adab murid kepada sesama murid)
  5. memuliakan/menghormati kitab/buku (adab murid kepada pelajaran)
  6. sering bergaul/berdiskusi dengan ulama (memuliakan ulama)
  7. membiarkan diri lapar ketika sedang belajar (rajin berpuasa)

Adab murid kepada guru
  • menghormati dan memuliakan guru dan keluarganya dengan tulus dan ikhlas
  • tunduk dan patuh terhadap semua perintah dan nasihat guru
  • jujur dan setia bersama guru
  • bersikap rendah hati, lembut dan santun kepada guru
  • hendaknya memaafkan guru ketika beliau melakukan suatu kesalahan
  • tidak menjelek-jelekan dan tidak memfitnah guru
  • tidak menghianati dan tidak menyakiti hati guru
  • berusaha melayani guru dengan sebaik-baiknya
  • selalu berusaha menyenangkan hati guru
  • memanggil guru dengan panggilan yang disukainya
  • berusaha menyukai apa yang disukai oleh guru
  • membiasakan diri memberikan hadiah kepada guru dan keluarganya sebagai tanda penghormatan kepada mereka
  • tidak berjalan di depan guru ketika berjalan bersamanya
  • tidak terbahak-bahak di depan guru
  • tidak meninggikan suara ketika berbicara dengan guru
  • selalu duduk dalam sikap sopan
  • berusaha keras ( jihad ) dan tekad membuat kemajuan bersama guru
Keberhasilan dan kemudahan dalam proses menuntut ilmu terletak pada kelakuan baik (adab) si penuntut ilmu, terutama adab kepada guru. Sayyidina Ali rodhiallu’anhu berkata, "aku ibarat budak dari orang yang mengajarkanku walaupun hanya satu huruf ". Perkataan Ali ini merupakan ungkapan bahwa begitu besar penghormatan beliau kepada guru.
Khalifah Harun Ar Rasyid pernah mengirimkan putranya untuk belajar kepada syekh burhanuddin. Suatu saat, ketika khalifah berkunjung untuk menemui putranya yang sedang belajar, khalifah melihat putranya itu sedang menuangkan air wudhu untuk syekh. Lalu khalifah berkata kepada putranya, "Wahai anakku, kenapa engkau menggunakan tangan kananmu untuk menuangkan air sementara tangan kirimu kau biarkan diam. Gunakanlah kedua tanganmu, yang satu untuk menuangkan air dan yang satu lagi untuk membasuh kaki gurumu." Subhanallah... begitu tegas khalifah mendidik anaknya agar hormat kepada guru.

Adab murid kepada sesama murid
  • menghormati dan memuliakan sesama murid dengan tulus dan ikhlas
  • hendaknya memberikan nasehat kepada sesama murid dengan kerendahan hati dan bebas dari kesombongan ( amar ma’ruf nahi munkar )
  • selalu berbaik sangka kepada sesama murid dan tidak mencari-cari keburukan mereka
  • tidak menyakiti hati sesama murid
  • hendaknya menerima permintaan maaf sesama murid apabila mereka memintanya
  • selalu membantu sesama murid dalam suka maupun duka
  • bersikap rendah hati dan santun kepada sesama murid
  • tidak meminta menjadi pemimpin mereka, hanya menjadi sesama saudara dengan mereka
  • lapang dada dalam perbedaan pendapat yang mungkin terjadi di antara sesama murid

Adab murid kepada pelajaran
  • niat yang ikhlas karena Allah ketika memulai belajar
  • diniatkan bahwa belajar ( menuntut ilmu ) itu untuk menghilangkan kebodohan diri dan orang lain di lingkungannya
  • menghormati dan memuliakan buku pelajaran ( kitab ) dengan tulus dan ikhlas
  • menjaga kebersihan dan kerapihan buku pelajaran ( kitab )
  • meletakkan buku pelajaran ( kitab ) di tempat yang baik dan terhormat
  • tekun dan kontinyu dalam memahami pelajaran ( ilmu )
  • membiasakan diri menghafal pelajaran dan menjaga hafalan
  • selalu menulis atau mencatat pelajaran ( ilmu ) yang diperoleh
  • meneliti sumber dan isi pelajaran ( ilmu ) yang ada dalam buku atau kitab
  • bersikap adil terhadap isi pelajaran ( ilmu ) yang ada dalam buku atau kitab
  • menjauhkan sifat malu yang berlebihan dalam proses memahami suatu pelajaran atau ilmu
Semoga ilmu yang kita miliki dapat bermanfaat, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga bermanfaat untuk orang lain. Oleh karena itu, hendaknya kita berusaha untuk selalu berbuat baik, memperhatikan adab dan berakhlak mulia. Insya Allah.... ilmu yang kita miliki dapat menyelamatkan kita di kemudian hari. Jika penuntut ilmu tidak memperhatikan bahkan meninggalkan adab dan akhlak, maka amal dan ilmunya tidak akan mendapatkan barokah dari Allah.
Allahu akbar ...!!!

Kamis, 02 Februari 2012

''GAK USAH MIKIRIN MALAM MINGGU UNTUK PACARAN"

1. Pacaran

Naah ini yang paling aneh. Kenapa harus pacaran? Apakah yang namanya cinta harus didahului dengan pacaran? Kalo jantan dan memang tujuannya untuk menikah (sebagai laki-laki) datangi orang tuanya, langsung lamar! Islam tak pernah mengajarkan pacaran, sebab dalam aktivitas ini banyak sekali mudharat yang ada. Ga usah dengerin kata-kata temen ga punya pacar ga gaul. Lebih baik dekat dengan Alloh daripada dekat dengan pacar.
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Israa ‘ : 36)

2. Aktivitas Pacaran

Kalo yang gue tahu rada aneh juga sih. Kalo pacaran banyak “kewajiban” yang harus dilakukan. Harus nanyain kabar, nanyain lagi ngapain, nanyain udah makan belum, terus antar sana antar sini. Hahaha,, pikir untuk apa bro? Dia belum ada ikatan apa-apa sama lo. Dia sama dengan saudara-saudara sesama Muslim yang lain, buat apa melakukan hal-hal tidak berguna seperti itu. Kita sama sekali belum punya kewajiban karena dia bukan siapa-siapa kita. Butuh perhatian? Rasanya perhatian orang tua dan sodara jauh lebih tulus dibanding pacar yang biasanya ada maunya.

3. Malam minggu

Ada apa dengan Pocong? Eh salah itu mah judul film. Ada apa dengan malam minggu? Nah ini yang gue bikin heran. Tiap malam minggu pasti para jombloers (istilah yang ga punya pacar) mengeluh tentang kejombloannya. Sebenarnya apa sih yang istimewa dengan malam minggu? Perasaan sama-sama aja deh dengan malam-malam lainnya.
Entah tradisi dari mana, katanya sih malam minggu waktu yang pas buat jalan bareng pacar, jalan-jalan ke mall gitu karena esoknya libur jadi “dimanfaatkan” gitu. Menurut gue daripada malam minggu hambur-hamburin uang, mendingan pake buat hal yang lebih bermanfaat gitu, mengaji kek atau memperdalam agama. Atau mungkin piket malem di vivanews.com (eh itu mah gue, halah). That’s better I think.

4. Putus - jomblo

Nah ini yang paling aneh. Abis pacaran kalo udah ga cocok ada istilah yang namanya putus. Kalo setahu gue yang namanya putus itu kabel telepon putus, atau layangan putus. Pacaran kok putus? Seperti udah ada ikatan aja. Padahal dari yang namanya pacaran itu kan hubungan tanpa ikatan, kalo ga diiket mana mungkin putus, iya toh? Kalo udah putus ada yang namanya jomblo. Coba buka KTP mu sodara-sodara? Apakah di sana ada yang tertulis jomblo? Setahuku yang ada cuma dua, menikah dan belum menikah. Itulah status resmi, ga ada yang namanya jomblo.

5. Galau

Ini juga ga ngerti gue, siapa yang populerin istilah ini. Katanya galau itu sedang mikirin sesuatu yang ga jelas, sampai ga enak ngapa-ngapain. Hampir 90 persen galau gara-gara malam minggu pingin jalan dan ga punya pacar.
Let’s think abot this. Pernahkah kita galau karena:
a. Merasa jauh dengan ALLAH Subhanahu Wa Ta'aala..? Merasa berdosa karena melakukan banyak perbuatan maksiat, salah satunya pacaran?
b. Melihat teman-teman sebaya banyak yang meninggal, seakan diperingatkan dan takut belum punya cukup amal untuk menghadap-Nya?
c. Pingin banget shalat tahajud, tapi ga bangun-bangun? (kalo ga ada sms dari pacar aja galau, gini ga mungkin ya)
d. Kesiangan bangun jadi ga shalat subuh? (boro-boro shalat dzuhr kelewat aja masih bisa ketawa-ketawa)
e. Merasa hari demi hari tidak berguna karena lebih banyak maksiyat dibandingkan amalan?
f. Pingin shaum, tapi sahur susah banget bangun?
6. Kalo ga pacaran gimana bisa punya jodoh?

Menurut gue, kalo usia lo masih ingusan, hidup masih dibiayai orang tua, kuliah ga lulus-lulus lebih baik stop mikirin pacar! Lebih baik persiapkan diri, baik amalan yang diperbanyak ataupun ilmu dan masa depan pikirkan. Pacaran bisa membuang banyak waktu lo, banyak dosa pula. Kalo suka sama lawan jenis, belum mampu menikah simpan dalam hati dan perbanyaklah berpuasa.

“Wahai sekalian para pemuda barang siapa diantara kalian telah mampu menikah, hendaklah menikah karena menikah lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yg belum mampu menikah hendaklah puasa karena puasa merupakan perisai baginya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Setau gue, kalo pas pacaran biasanya ada maunya. Pingin dibayarin makan, pingin ada yang perhatiin, pingin ada yang nanya udah makan belom, udah berak belum, dsb. Tapi begitu sudah didapet semuanya, udah deh ga dipake lagi. Kita sendiri pasti dong pingin dapet istri/suami yang baik. Jadi ngapain ngurusin yang namanya Pacaran di malam Minggu..

Ingat sahabatku semua :

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)...”
Aku Mencintaimu Karena Allah

Minggu, 22 Januari 2012

Cara Mudah Meraih Prestasi

Masa depan harus dimiliki setiap orang karena semua orang berhak mempunyainya. Masa depan merupakan pemberian Tuhan yang harus disyukuri. Untuk meraih masa depan itu, Tuhan sudah membekali manusia dengan pikirannya. Maka, menggunakan pikiran secara maksimal adalah cara mudah meraih masa depan.Untuk meraihnya, aku mempunyai tiga cara ampuh. Ketiganya adalah tekun, jujur, dan percaya diri. Berikut uraiannya untuk rekan-rekan semuanya :

Cara 1: Tekun
Sehari selembar buku untuk dibaca itu lebih baik daripada semalam menyelesaikan sebuah buku. Mengapa demikian? Karena daya rekam otak manusia akan lebih baik digunakan untuk merekam sesuatu yang sedikit daripada merekam sesuatu yang lebih banyak. seperti kaset, hendaknya pengguna tidak memaksimalkan kapasitas agar kaset itu awet. Maka, sedikit demi sedikit justru itu akan terekam lebih baik.
Sedemikian halnya dengan belajar. Untuk meraih prestasi, hendaknya kita menjalani profesi dengan ketekunan yang berlebih. Hendaknya kita tidak membosankan diri untuk meningkatkan kemampuan diri. Semakin diasah otak kita, maka otak pun akan semakin mudah memahaminya. Ibarat air mengalir, akan lebih lancar jika jalannya sudah dibuatkan. 

Cara 2: Jujur
Untuk meraih sesuatu, hendaknya diperoleh dengan cara jujur. Semua yang diraih dengan ketidakjujuran alias perbuatan curang, pasti suatu saat akan hilang. Maka, sikap jujur harus dimiliki jika kita ingin meraih masa depan. Memegang prinsip jujur memang teramat sangat sulit. Di tengah hiruk-pikuknya zaman serba konsumtif seperti ini, sikap jujur justru sering dibenci banyak orang. Namun, kita tidak boleh terpengaruh oleh situasi itu. Justru kondisi itu dapat digunakan sebagai ujian bagi ketegaran sikap, apakah martabat kita semurah dan serendah itu? Jika ingin masa depan teraih, milikilah sikap jujur.

Cara 3: Percaya Diri
Tuhan membekali manusia dengan kesamaan. Tuhan Maha Pemberi karena Tuhan Maha Penyayang. Alangkah baiknya pemberian Tuhan itu digunakan secara maksimal. Dalam upaya menggunakannya itu, kita memerlukan rasa percaya diri. Maka, tumbuhkanlah rasa percaya diri: kalau dia bisa melakukannya, mengapa saya tidak? Apa bedanya dirinya dengan diriku? Pertanyaan itu harus dimiliki dan dijawab oleh setiap orang yang ingin sukses.

Sedikit demi sedikit, aku melalui kehidupan ini dengan penuh ketekunan, kejujuran, dan percaya diri. Kini, sedikit demi sedikit pula aku mulai menikmati buahnya. Dengan penuh rasa syukur, aku pun mensyukuri semua nikmat pemberian-Nya itu. Tentu saja sembari berbagi dengan keluarga, sanak family, sahabat, lingkungan, dan bangsaku. Jika aku dapat meraih prestasi seperti ini, tentunya Anda dapat meraih prestasi lebih baik karena Anda mempunyai contoh yang layak dicontoh.


disampaikan dalam program tholabul ilmi aswaja fm 22 januari 2012




Sabtu, 21 Januari 2012

Tips Orangtua Membimbing Anak yang Cerdas

Bimbingan dan penanganan khusus tidak hanya diberikan untuk anak-anak yang kecerdasannya kurang atau yang memiliki keterbelakangan mental, tetapi juga untuk anak-anak yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata atau sering disebut anak-anak cerdas. 

Sebenarnya pengertian anak cerdas ini sangat beragam, karena kecerdasan bisa meliputi berbagai aspek, seperti intelektual, emosional, spritual, kinestetik, musik, interpersonal, akademis dan sebagainya.
Tapi secara awam, budaya masyarakat kita cenderung menganggap anak cerdas adalah anak yang selalu jadi juara kelas atau yang jago matematik. Padahal, tentu tidak selalu demikian. Belum tentu semua anak yang cerdas adalah anak yang jago matematik atau anak yang selalu jadi juara kelas. Ada banyak anak yang tidak menjadi juara kelas tapi sebenarnya ia tergolong anak yang cerdas.Ada banyak anak yang cerdas berbahasa tapi tidak pandai matematik, atau ada anak yang pandai bergaul tapi kurang trampil dalam hal menggambar, dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa pengertian cerdas di sini menggambarkan adanya potensi-potensi yang menonjol yang dimiliki anak dan bersifat unik antara anak yang satu dengan yang lain. 

Setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda, tugas kitalah sebagai orangtua untuk memahami potensi pribadinya/ kecerdasannya secara tepat untuk kemudian membantunya untuk mengaktualisaksikan kecerdasan yang dimilikinya tersebut. 

Dalam usaha membantu mengaktualisasikan kecerdasan yang dimiliki anak, berikut ini ada beberapa tips bagi orangtua agar dapat membimbing anak-anaknya yang cerdas.
  1. Amati dan pahami apa kelebihan dan kekurangan anak. Anak yang cerdas sekalipun, tidak berarti ia menguasai semua bidang.Sebagai manusia, ia juga tetap memiliki kekurangan.Berikan tuntutan yang realistis dan sesuai dengan kemampuannya atau potensi yang dimilikinya. Memaksakan anak untuk menguasai sesuatu yang tidak sesuai dengan potensi yang dimilikinya atau yang bukan minatnya , hanya akan membuat anak tertekan. Akibatnya anak akan malas belajar, tidak menyukai bidang tersebut atau bahkan tidak berminat untuk sekolah.
  2. Ada baiknya orangtua bersama-sama ahli mencari tahu dengan jelas potensi-potensi apa yang dimiliki anak dan mendiskusikan program apa yang sebaiknya diberikan pada anak, sekolah apa yang baik untuk anak dan pada tingkat mana pelajaran harus diberikan pada anak. Buatlah perencanaan untuk pendidikan anak sesuai dengan potensinya.
  3. Berikan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan minat anak.Sediakan sarana atau lingkungan yang memungkinkan anak untuk dapat mengembangkan potensinya.Misalnya bila anak senang menari, masukkan anak ke sanggar tari,bila anak suka matematik, masukkan anak ke kursus matematik, dsb.
  4. Sering-seringlah mengajak anak berdialog. Beri anak kesempatan untuk mengemukakan pendapat atau keinginannya. Beri anak kebebasan untuk berpikir beda dari yang kita fikirkan, karena anak-anak yang cerdas biasanya mempunyai minat yang luas dan mempunyai banyak topik pembicaraan yang ingin disampaikannya.
  5. Simaklah apa yang diceritakan anak dan jawablah pertanyaan anak dengan tepat ,sabar dan bijaksana. Jangan matikan rasa ingin tahu dan kreativitas anak dengan tidak memperdulikannya atau menjawab asal-asalan. Alangkah baiknya dalam menjawab pertanyaan anak,kita juga mengarahkan anak untuk bersama-sama menemukan jawabannya melalui buku, koran,dsb. Sehingga anak juga terlatih untuk berfikir dan berusaha aktif dalam menemukan solusi.
  6. Memberikan pembinaan mental.Anak cerdas bukan berarti seorang yang serba tahu bagaimana harus bertingkah laku.Seperti anak-anak yang lain, anak yang cerdas juga harus diarahkan untuk mengenal disiplin, tanggung jawab dan mempunyai keterikatan yang kuat pada tugas yang sedang dihadapinya.
  7. Diperlukan kreativitas orang tua/guru dalam membimbing anak-anak yang cerdas agar terhindar dari problem psikologis akibat kecerdasan yang dimilikinya, seperti problem sulit beradaptasi, stress, suka mengganggu teman atau membuat keonaran karena merasa bosan dengan pelajaran di kelas. Memberikan program pengayaan pengetahuan pada anak diharapkan dapat menciptakan tantangan bagi anak dalam belajar sehingga anak tidak lagi merasa bosan dengan pelajaran di kelas.Dalam program pengayaan misalnya dapat dilakukan eksperimen yang memberikan kesempatan bagi anak untuk bereksplorasi dan memuaskan keingintahuannya , mengaitkan materi pelajaran dengan pengalamannya atau dengan pengetahuan-pengetahuan yang bisa diperoleh dari berbagai media,dsb.
  8. Jangan meng’anak emas’kan anak cerdas dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang kurang cerdas.Karena hal ini akan membuatnya menjadi anak yang besar kepala, egois,manja dan berbuat semaunya.
  9. Ciptakan suasana rumah yang penuh kedamaian, rasa cinta dan saling menghormati,karena hal ini akan mendukung tercapainya aktualisasi kecerdasan yang dimiliki anak, terutama untuk perkembangan bahasa, pikiran, emosi dan kehidupan sosialnya.
  10. Beri anak kesempatan untuk bermain dan bergaul dengan teman-temannya. Jangan memaksa anak untuk ikut banyak les yang menghabiskan waktu bermainnya.Jangan memaksa anak untuk lebih dini dan lebih cepat dalam menyelesaikan kurikulum di sekolah. Biarkan anak tumbuh kembang sesuai dengan usianya.
  11. Ciptakan pola pengasuhan yang bersifat authoritatif dimana orangtua memberi pengertian pada anak tentang alasan dari aturan atau perintah yang diberikan dan bersikap terbuka terhadap keinginan anak.Namun tetap memberikan batasan-batasan agar anak tetap berada pada jalur yang benar.
Oleh : Dra. Adriani Purbo Psi. MBA 

sumber: http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/tips-orangtua-membimbing-anak-yang.html

Selasa, 17 Januari 2012

Aku nggak mau sekolah, Ma…

Sudah seminggu ini Ita tidak mau masuk sekolah. Setiap pagi, jika ibunya mau memandikan dan menyiapkannya untuk sekolah, ia selalu mogok di kamar dan mengamuk. Dibujuk dengan iming-iming mainan baru, es krim, tak pernah mempan. Bahkan ayahnya yang mengancam akan memukul pun ia tak takut. Padahal, di rumah ia hanya nonton TV dan bermain-main saja.

Kenapa ya?
Stress dan takut. Penyebab utama yang sering kali menjadi “biang” anak-anak mogok sekolah biasanya karena mereka stress dan takut tentang sekolahnya. Entah itu faktor teman-teman yang nakal, guru yang terlalu galak, atau pelajaran di sekolah yang dirasanya terlalu berat sehingga membuatnya pusing dan stress. Tapi, biasanya anak-anak juga takut untuk mengemukakan penyebab takut ini. Bisa jadi, jika ia mengadu pada orangtuanya, ia akan semakin dimusuhi teman-temannya, atau dimarahi gurunya. Atau jika ia bermasalah dengan akademisnya, ia akan cenderung takut dianggap bodoh oleh orang lain.
Bermasalah dengan pola tidur. Ada anak-anak yang mengidap insomnia atau penyakit sulit tidur di malam hari. Mereka kuat-kuat saja jika harus begadang semalaman dengan bermain-main atau nonton TV. Akibatnya, mereka akan terlambat bangun dan menjadi lesu pada pagi harinya. Tentunya mereka tidak memiliki semangat untuk sekolah, bahkan cenderung suka marah-marah dan gampang meledak.
Pengaruh lingkungan. Adanya teman sebaya di lingkungan rumah yang tidak bersekolah, juga bisa menjadi penyebab anak-anak enggan sekolah. Ditambah lagi jika di rumah ada nenek atau kerabat lain yang punya kebiasaan menonton TV sepanjang hari. Anak-anak tentunya akan berpikir, “buat apa sekolah kalau temanku nggak sekolah, kan enak, di rumah bisa nonton TV”, dsb.
Solusinya?
Memarahi anak tentu bukan solusi. Kemarahan Anda justru akan semakin membuatnya enggan ke sekolah. Berikut tips bagi Anda agar si kecil semangat ke sekolah lagi:
1. Membiasakan anak untuk membicarakan masalahnya pada Anda. Anak-anak yang terbiasa membicarakan setiap permasalahannya pada orang tua atau guru, bukanlah pengadu. Tapi, berbicara adalah cara anak-anak untuk merasa lebih baik dan merasa ada orang yang bisa ia percayai. Dengan berbicara, ia akan mendapatkan bantuan untuk mengatasi setiap permasalahan yang sulit yang sedang ia hadapi.
2. Bantuan les tambahan. Jika anak-anak bermasalah dengan pelajaran di sekolah, Anda bisa mengajukan les tambahan dengan guru di sekolahnya, atau memanggil guru privat untuk memberikan pelajaran tambahan. Tanyakan apa yang dikehendaki oleh anak terlebih dahulu.
3. Atasi masalah insomnia. Jika anak Anda mengidap insomnia, maka segera periksakan ke dokter anak untuk meminta solusi terhadap permasalahan tidurnya ini. Biasanya, dokter akan memberikan saran-saran pada Anda agar si kecil dapat tidur normal. Selain itu, Anda sendiri pun harus memiliki pola tidur yang baik pula. Jika Anda terbiasa begadang semalaman, maka si kecil bisa jadi meniru pola tidur Anda. Akibatnya, lama kelamaan ia insomnia.
4. Ajari anak untuk memiliki harga diri. Jangan biarkan anak-anak Anda diintimidasi kawannya di sekolah atau di lingkungan rumah. Anak-anak memang harus diajarkan sikap mengalah, sopan, dan melarangnya untuk senang berkelahi. Tapi, tidak berarti ia tidak melawan jika ia disakiti alias pengecut. Jika ia lemah, tentu akan membuat teman-teman superiornya menjadi senang menjahili dan menyakitinya. Jika dibiarkan, ia akan menjadi anak yang rendah diri.
5. Pilihkan guru yang terbaik. Diakui atau tidak, tidak setiap guru layak menjadi guru. Ada tipe guru yang terlalu keras pada anak-anak, tidak menguasai metode pendidikan anak yang baik dan benar, tidak sayang anak-anak, dsb. Ijazah boleh saja punya. Tapi, itu bukan jaminan menjadi guru yang baik. Nah, jika anak Anda mengadu bahwa guru di sekolahnya terlalu galak dan keras, ada baiknya Anda menyelidikinya terlebih dahulu. Tidak ada salahnya Anda mencari tahu metode pengajarannya, atau laporan-laporan dari orangtua yang lain. Sebab, bisa jadi, permasalahan guru itu mengajar dengan keras, karena anak Anda bandel atau nakal sehingga guru harus ekstra disiplin. Betul?
Nah, bagaimana? Siap mengatasi permasalahan ini?



Disampaikan dalam program anakku anak sholeh selasa 17 januari 2012

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More